





Jurnal Santri – Seluruh santriwati Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo mengikuti kegiatan Talk Show Kewirausahaan pada Ahad (20/2). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja divisi Koperasi dalam organisasi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Ranting Khusus Hj Shofiyah. Talk Show yang mengambil tema “START YOUR EXPERIENCE BE A GREAT ENTERPRENEUR” ini mengundang Shifa Nur Izzah yakni seorang ibu rumah tangga sekaligus enterpreneur muda yang telah sukses untuk datang dan memberikan motivasi serta tips menjadi seorang pengusaha. Bertempat di Masjid Qatar Charity dalam komplek Asrama Putri Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo, kegiatan yang merupakan program kerja baru ini alhamdulillah dapat berjalan lancar dari awal hingga akhir. Harapan dari adanya talk show kewirausahaan ini adalah dapat menghantarkan kaum perempuan khususnya santriwati untuk meneladani istri Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam yakni Khadijah radhiyallahu ‘anha yang mana telah kita ketahui dalam sejarah bahwa beliau adalah seorang pengusaha sukses nan memiliki akhlak mulia. Dari Kak Shifa (sapaan akrab pembicara) yang merupakan owner dari “Zam-zam Sirwal” yang telah jatuh bangun dalam dunia bisnis, santriwati mendapatkan 3 poin penting dari tema yang beliau sampaikan :
1. Enterpreneur Enterpreneur merupakan orang yang melakukan aktivitas wirausaha, serta segala sesuatu yang berkaitan dengan kewirausahaan, mulai dari permodalan, produksi, managemen produk baru. Adapun tips yang kak Shifa sampaikan untuk menjadi seorang enterpreneur, yaitu :
a) Bermimpi besar
b) Target besar
c) Aksi besar
2. Experience Experience (pengalaman) merupakan hasil dari asam garam dari experiment (percobaan) dan petualangan. Pengalaman adalah sebuah proses, hikmah, serta guru terbaik. Pengalaman merupakan salah satu pokok yang mengahantarkan seseorang menjadi seorang enterpreneur yang sukses, maka dari itu untuk mendapatkannya harus dengan melakukan banyak experiment (percobaan).
3. Santriwati Santriwati sangat berpotensi menjadi seorang enterpreneur sukses, hal ini disampaikan oleh Kak Shifa karena melihat bahwa santriwati memiliki 4 modal utama atau sikap yang sudah terasah dari pendidikan yang hanya didapatkan santri di pesantren, keempat sikap tersebut adalah :
a) Mandiri
Pendidikan di pesantren tentunya secara langsung maupun tidak akan menjadikan santri memiliki sikap kemandirian. Dalam mempraktikkan sesuatu, para santri akan belajar dari melihat, mendengar, ataupun bertanya pada orang lain. Seperti contoh mencuci baju, atau membersihkan kamar mandi, serta hal lain yang sebelumnya tidak pernah dilakuakan saat di rumah.
b) Bertanggung jawab
Selain kemandirian, rasa tanggungjawab juga sangat ditanamkan di pesantren. Seperti halnya pada barang-barang pribadi milik santri, mereka dituntut untuk menjaga, serta merawat barang-barang itu agar terhindar dari konsekuensi penyitaan ataupun kehilangan barang.
c) Kuat
Hidup bersama-sama dengan berbagai orang yang memiliki domisili serta karakter yang berbeda-beda dan sama-sama jauh dari keluarga menjadikan para santri memiliki hati yang cenderung lebih kuat dan terlatih untuk dapat menyelesaikan masalah.
d) Disiplin tinggi
Adanya berbagai aturan serta terjadwalnya kegiatan di pesantren menjadikan kedisiplinan santri secara otomatis akan terbentuk. Para santri akan terbiasa untuk mengatur waktunya sedemikian rupa baik untuk belajar, mencuci, mandi, hingga beristirahat sekalipun.
Setelah menyampaikan ketiga poin utama di atas, kak Shifa yang telah berpengalaman selama 13 tahun (6 tahun menjadi santri dan 7 tahun menjadi ustadzah) di pesantren ini mengakhiri kegiatan dengan membagikan doorprize lewat berbagai pertanyaan yang diajukan.
