
MIKUL DHUWUR, MENDHEM JERO
Peresmian Gedung Yayasan Trah Hadi Suyatan
“Mulat sarira angrasa wani, rumangsa melu andarbeni, wajib melu angrungkebi.”
Kita harus berani mawas diri, merasa ikut memiliki, dan harus ikut menjaga.
Sukoharjo – Gedung Yayasan Trah Hadi Suyatan resmi diresmikan pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah.
Sebagai pembina Yayasan Haji Trah Hadi Suyatan sekaligus pengasuh PPTQ Kalamul Quran, H. Ahmad Isnanto, S.IP., menyampaikan sambutan yang sarat makna. Ia menuturkan perjalanan panjang perjuangan berdirinya yayasan, hingga lahirnya PPTQ Kalamul Quran yang berkolaborasi erat dengan Pondok Pesantren Imam Syuhodo sebagai pengelola pendidikan yang akan dijadikan sebagai Kelas Integral Tahfidz dan Bahasa.
Dalam pidatonya, H. Ahmad Isnanto menegaskan kembali pentingnya falsafah Jawa: “Mulat sarira angrasa wani, rumangsa melu andarbeni, wajib melu angrungkebi.” Menurutnya, nilai tersebut menjadi fondasi moral agar keluarga besar Trah Hadi Suyatan dan seluruh masyarakat mampu berani mawas diri, memiliki rasa kepemilikan, serta menjaga keberlangsungan dan kemajuan bersama.
“Ini bukan hanya pesan untuk keluarga Trah Hadi Suyatan, tetapi untuk seluruh hadirin. Dari pemimpin hingga rakyat kecil, dari presiden hingga buruh, dari mudir hingga santri. Semua memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga amanah ini,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Eko Sapto Purnomo, S.E yakni Wakil Bupati Sukoharjo bersama Ahmad Dahlan Rais, selaku Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Momen tersebut menjadi tanda resmi berdirinya gedung yayasan yang diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan, pengabdian, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Tak hanya itu, Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E menuturkan bahwa dalam mensukseskan Indonesia Emas 2045 kita tidak bisa bergantung pada pemerintahan saja. Dari pihak swasta maupun Yayasan juga berhak untuk mensukseskan Pendidikan.
(Rosyad Arkan)
