Ilustrasi: Memahami fakta medis puasa Ramadan bagi kesehatan fisik dan mental melalui proses regenerasi sel tubuh secara alami. (Foto: Ilustrasi/AI Generation) (Kaidah: Memberikan konteks pada pembaca di bawah gambar dan mencantumkan sumber
Umat Islam dapat mempertahankan produktivitas harian secara optimal dengan memahami mekanisme sains di balik ibadah menahan lapar. Penegasan ini disampaikan oleh dokter umum sekaligus dai, dr. Guntur Subiyantoro, M.Si., di hadapan sekitar 1.500 jamaah yang memadati Pengajian Ahad Pagi di Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo, Blimbing, Ahad (1/3/2026).
Institusi keagamaan kini makin proaktif memberikan literasi berbasis sains kepada umat. Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo mewujudkan langkah strategis ini melalui kajian lintas disiplin. Majelis Tabligh PCM Blimbing memfasilitasi forum tersebut agar jamaah memahami ibadah secara komprehensif. Terlebih lagi, masyarakat sangat membutuhkan panduan kesehatan yang valid.
“Syariat ibadah ini bukan sekadar kewajiban menahan lapar semata. Fakta medis puasa Ramadan secara jelas membuktikan bahwa tubuh manusia melakukan detoksifikasi besar-besaran,” ujar dr. Guntur Subiyantoro. Oleh karena itu, umat Islam mendapat keuntungan ganda saat berpuasa.
Dokter yang juga aktif sebagai dai di PDM Sukoharjo ini membedah korelasi puasa dan kesehatan dari kacamata anatomi tubuh. Beliau menjelaskan bagaimana sistem pencernaan beristirahat total selama belasan jam. Selanjutnya, kondisi tersebut memicu regenerasi sel tubuh dengan sangat optimal. Proses alami ini mencegah berbagai risiko penyakit metabolik kronis.
Optimalisasi Fisik dan Psikologis
Selain manfaat fisik, kajian edukatif ini juga menyoroti stabilitas psikologis para jamaah. dr. Guntur menegaskan bahwa rutinitas ibadah Ramadan turut menurunkan tingkat stres secara signifikan. Selanjutnya, ketenangan batin ini secara langsung memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kombinasi ini sangat esensial bagi masyarakat modern.
“Banyak orang keliru mengira puasa menurunkan produktivitas kerja harian. Padahal, hikmah puasa secara medis justru mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental secara bersamaan,” ujar dr. Guntur. Karena itu, beliau mengajak ribuan jamaah yang hadir untuk selalu menjaga pola makan bergizi saat sahur dan berbuka.
Forum edukatif di Ponpes Imam Syuhodo ini membuka wawasan baru bagi masyarakat luas. Pendekatan sains medis jelas memperkuat keyakinan spiritual jamaah dalam menjalankan ibadah. Akhirnya, pemahaman holistik ini menjadikan ibadah Ramadan tahun ini jauh lebih bermakna dan menyehatkan bagi seluruh umat.
