Pondok pesantren mendapat kunjungan tamu istimewa dari negeri palestina pada Senin sore 23 Oktober 2017. Beliau adalah Syaikh Mahmud Said Kamal Al Khor. Beliau merupakan salah satu anggota persatuan ulama Palestina, pengajar di markaz Tahfidzul Qur’an Darul Qur’anul Karim wa sunnah, Serta imam masjid Abdullah Azzam di Ghaza. Syaikh Mahmud telah selesai menghafal al-qur’an dalam usia 14 tahun. Kini beliau juga telah menyelesaikan tahfidzul qur’an dari dua riwayat, yaitu riwayat Hafs dan warsh.
Dalam ceramahnya di kajian senin sore di masjid pontren Imam Syuhodo tersebut mengatakan bahwa membicarakan bumi palestina tidak akan luput dari al-qur’an. Al qur’an sendirimerupakan wahyu terbesar yang allah turunkan kepada nabi Muhammad SAW, sehingga tidak heran jika Al-Qur’an merupakan amanah terberat yang Allah titipkan kepada umat manusia. Diseburtkan bahwa jikalau Al-qur’an ditutrunkan kepada gunung sekalipun maka gunung yersebut pasti takut. AL-Qur’an adalah wahyu yang murni dari allah tanpa ada sedikitpun rekayasa dari tangan manusia. apabila disaat turunnya al qur’an kemudian rasulllah sebagai penerima wahyu tersebut mengada ada kemurniannya, maka allah pasti langsung memotng pembulu jantung rasulullah. Hal tersebut disebutkan dalam al qur’an surat al haqqah ayat 43-47 yang artinya :
“ Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan tuhan seluruh alam. Da sekiranya dia ( Muhammad ) mengada ada pasti kami akan potong pembuluh jantungnya. Maka tidak satupun diantara kamu yang sanggup menghlangi ( kami untuk menghukumnya )
Al qur’an merupakan akhlaqnya rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al bukhori : ummul mukminin Aisyah r.a ketika ditanya tentang akhlaq rasulullah beliau menjawab : akhlaq rasulullah bagaikan al qur’an yang berjalan dimuka bumi. Itu sangat sesuai dengan tujuan diutusnya rasulullah di muka bumi yaitu untuk penyemourna akhlaq dan peringatan bagi manusia
Di palestina, Gaza merupakan kota kecil yang berpenduduk 2 juta orang. Namun, 120.000 orang penduduknya hafal al qur’an. Dalam kurun waktu satu tahun mampu mencetak 10.000 generasi muda gaza yang hafal al qur’an
Metode menghafal yang digunakan untuk menghafal al qur’an cukup simple. Setiap calon hufadz menghafal dan menyetorkan satu hizb ( 2 ¼ lembar ) dalam satu penyetoran. Menghafal yaitu dengan membaca ayat yang akan dihafal sebanyak 3 kali, kemudian mengulangi kembali dua kali tanpa mellllihat mushaf. Teknik itu dilakukan berulang ulang untuk ayat ayat berikutnya
Untuk masalah sekolah, sedikit berbeda denga sekolah di Indonesia’ tingkatan sekolah meliputi :
- untuk kelas 1 – 6 berada di Madrasah Ibtida’iyah
- untuk kelas 7 – 9 berada di madrash I’dadiyah
3 untuk kelas 10 – 12 berada di madrasah tsanawiyah
4 untuk selanjutnya meneruskan ke jami’ah
Sedangkan waktu belajar menggunakan 4 gelombang karena keterbatasan tempat
Gelombang 1 : jam 6 – 10
Gelombang 2 : jam 10 – 14
Gelombang 3 : jam 14 – 18
Gelombang 4 : jam 18 – 22
Diatas tadi beliau syaikh Mahmud said kamal al khor simpulkan, beliau juga merupakan tipe orang yang mudah bergaul dengan para santri, selalu ceria, dan menyenangkan. Di akhir penutupan beliau mengungkapkan kebahagiaan dapat diberi kesempatan untuk bertemu dan berbagi keceriaan dengan seluruh penghuni Pondok peantren Muhammadiyah Imam Syuhodo.
